Senin, 25 Juni 2018

Nick Robinson Main Film di Love, Simon

Simon mencintai siapa di film "LOVE, SIMON"? 





Genre film satu ini cukup menipu penontonnya. Kupikir, ceritanya tentang romance anak muda seperti biasanya, eh ternyata ini romance dimana pria menyukai sesama jenis.

Asal-Usul Film "Love, Simon"

Love, Simon diangkat menjadi film yang berdasarkan novel Simon vs. Homo Sapiens Agenda karya Becky Albertalli. Film ini disutradarai oleh Greg Berlanti da  ditayangkan pertengahan Mei 2018. Pemeran utamanya adalah Nick Robinson. Lalu adapula Josh Duhamel dan Jennifer Garner yang terlibat dalam film ini. Ada Katherine Langford, Alexandra Shipp dan masih banyak lagi yang terlibat dalam film ini.

Sinopsis Singkat

Simon Spier, seorang remaja laki-laki yang memiliki 3 sahabat dengan sifat yang tertutup sekaligus pemalu. Setiap hari, Simon selalu menjemput ketiga sahabatnya ketika berangkat sekolah dengan mobilnya. Diceritakan mereka memang menjalani kehidupan seperti biasa. Berangkat sekolah dengan ceria. Menerima pelajaran dengan baik. Punya teman-teman yang asyik.
Kejadian dimulai pada saat Simon berpapasan dengan seorang pria bertubuh kekar yang merupakan tetangga barunya. Dan tiba-tiba saja ia mendapat pesan email dari seseorang. Simon merasa bahwa yang mengirim teks itu adalah tetangga barunya. Tapi Simon masih mencari tahu siapa yang sudah mengirimi pesan kepadanya. Simon jatuh cinta dengan pria yang mengiriminya email.




Review 

Awalnya mencoba menebak-nebak, sebenarnya siapa yang disukai oleh Simon. Lama kelamaan, scene by scene, saya selalu berpikir positif thinking kalau film ini mengarah kepada remaja laki-laki yang sulit mengungkapkan cinta kepada seorang gadis. Perkiraan saya salah setelah melihat reaksi Simon ketika bertemu dengan pelayan pria yang menurut saya lumayan tampan. Wajah Simon tampak malu dan penasaran. Dari situ, saya pun paham. Film ini memang cerita cinta sesama jenis.



Jujur, awal pertama saya tertarik dengan film ini karena aktor yang memerankan Simon, ganteng. Sebelumnya saya sudah pernah melihat filmnya. Oleh karena itu, saya mau menonton filmnya lagi. Tapi nyatanya cerita filmya tidak terlalu menarik bagi saya.
Film ini tidak saya sarankan untuk penikmat film yang tidak suka percintaan sesama jenis. Namun, sangat saya sarankan kepada pecinta film yang suka dengan hal baru karena penonton akan mengetahui bagaimana isi hati laki-laki yang sedang jatuh cinta terhadap pria. Dari segi cerita memang unik, hanya saja untuk setting tempatnya biasa saja. Masalah ceritanya pun datar-datar saja. Rasanya tidak ada hal yang menegangkan atau mengejutkan sama sekali. Seperti garis lurus, flat. Namun, setidaknya film ini berani untuk mengungkapkan bahwa kisah percintaan tidak melulu kepada gadis dan laki-laki.


Sekian review dari saya, semoga bermanfaat sebelum maupun sesudah menonton filmnya. Setuju atau tidak, ini hanya review pribadi, ya. Jangan lupa tinggalkan komentar untuk tanggapan kalian. Tchao!